Text
Baca Buku ini Saat Engkau Ingin Berubah : Karena Terjebak Kebiasaan Buruk Dapat Menghancurkan Pelan-Pelan
Apakah kamu suka "molor"? kamu langganan dimarahi bos karena sering telat ke kantor Apakah kamu seorang penunda akut? Apakah kamu mudah jatuh cinta? Apakah kamu punya kecenderungan selingkuh? Apakah kamu arogan? Apakah kamu hobi nyinyir? Apakah kamu suka membanding-bandingkan? banyak contoh bad habit di sekitar kita, satu atau dua mungkin pada diri kamu. Tapi bagaimana kalau ada lebih dari dua? yang orang ingat tentang kamu adalah kebiasaan buruk? kapan kamu akan bertahan?
Filosofi buku ini sebetulnya simpel. Jika kamu sungguh-sungguh punya niat berubah, maka berubahlah sekarang. Tak peduli kamu melakukannya setahap demi setahap atau sejengkal demi sejengkal, yang penting berubah! Pendekatan psikologisnya sangat membantu kamu lepas dari kebiasaan burukmu atau kebiasaan buruk orang lain, tak peduli selama apapun kamu sudah stuck di sana. Lupakan buku-buku lain yang sifatnya menekan atau menggurui. Ketika kamu membaca buku ini, kamu akan diajak memahami kebiasaan buruk dari sudut pandang yang berbeda.
Tak serta merta menumpas habis, kamu akan digembleng soal "kenapa" dan .
"bagaimana" suatu kebiasaan buruk harus segera dilenyapkan
Dari sana, keinginan untuk berubah akan hinggap secara alami pada dirimu. Tapi ingat, hanya untuk kamu yang serius ingin berubah!
Kamu juga bisa saja tidak menyadari bahwa kamu punya kebiasaan mengigau, mengorok, bahkan membuka mulut lebarlebar sehingga air liurmu membentuk "pulau" di bantal. Tentu saja kamu tidak tahu bahwa kamu melakukan itu, karena kamu sedang tidur. Namun, orang lain yang pernah melihatmu tidurlah yang mengetahuinya. Ketika mereka mengungkapkannya kepadamu, barulah kamu tahu.
Nah, kalau kebiasaan yang kamu benar-benar sadari tentunya tidak kalah banyak, dong. Kebiasaan untuk berolahraga, menulis buku harian, mencatat agenda untuk beberapa hari ke depan, senantiasa tepat waktu ketika janjian, menyisihkan kulit ayam goreng untuk dimakan terakhir, sampai sering menggunakan pakaian berwarna tertentu. Mungkin kamu memiliki lebih banyak kebiasaan yang sudah kamu kenali sejak dini.
Adakah kamu yang memiliki kebiasaan membaca buku atau belajar? Kalau di sekitar saya, masih jarang sekali ada orang yang memiliki dua kebiasaan tersebut. Minimal membaca dan memahami isi novel, deh. Karena saya menulis novel, tentu saja saya ingin teman-teman saya membacanya dan memberikan feedback kepada saya. Tapi, banyak sekali orang yang mengatakan bahwa mereka tidak terlalu suka baca novel karena "terlalu banyak teks". Kalau misalnya mereka tidak membaca buku ini pun, saya sudah tidak akan terlalu nyesek lagi, wong sudah tahu alasannya.
Tidak tersedia versi lain